Lahan yang dulunya merupakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara se-Desa Rensing Bat itu kini telah sepenuhnya bersalin rupa.
Lahan milik pemerintah desa ini sempat memikul beban berat sebagai penampung sisa-sisa kehidupan masyarakat. Namun, kebijakan dan kesadaran kolektif telah mengubah takdir tanah tersebut. Kini, bukan lagi plastik atau limbah yang berserakan, melainkan tunas-tunas jagung yang tumbuh subur, melambangkan harapan baru dan kemandirian pangan.
Kepala Wilayah Tembok Gading, Khairul Amri, mengungkapkan rasa syukurnya atas transformasi ini. Beliau menegaskan bahwa fungsi lahan tersebut sebagai tempat pembuangan sampah telah benar-benar berakhir.
"Sekarang pemandangan sudah enak dilihat, tidak kumuh lagi," ujarnya dengan nada lega.
Transformasi Tanak Kaken tidak berhenti pada penghijauan saja. Di atas tanah yang sama, kini sedang berdiri kokoh bangunan Gedung Koperasi Merah Putih Desa Rensing Bat. Ini adalah simbol bahwa dari tempat yang dulunya dihindari, kini lahir sebuah pusat ekonomi yang akan menopang kesejahteraan warga.
Ada pesan mendalam dari perubahan ini yaitu, Pemulihan Alam. Tanah yang dirawat akan membalas dengan keasrian.
Kesehatan Lingkungan, Hilangnya kesan kumuh membawa sirkulasi udara dan visual yang lebih sehat bagi warga sekitar.
Pemanfaatan Lahan, Alih fungsi dari limbah ke produktivitas (jagung dan koperasi) adalah langkah cerdas pemerintah desa.
Melihat ladang Tanak Kaken hari ini adalah melihat sebuah perjalanan pulang. Pulang menuju keasrian, dan melangkah menuju kemajuan yang lebih bermartabat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar