Suasana Lebaran di Desa Rensing Bat selalu memiliki warna yang khas. Meski berada dalam satu kesatuan desa, pelaksanaan salat Idul Fitri tersebar di lima lokasi berbeda yang mewakili tiap dusun. Tradisi ini bukanlah pemecah, melainkan simbol kekayaan sejarah dan kedekatan emosional warga dengan lingkungannya masing-masing.
Pada Sabtu, 21 Maret 2026, kemeriahan tersebut kembali terasa. Sejak fajar menyingsing, warga dari berbagai penjuru desa mulai memadati masjid-masjid kebanggaan mereka:
* Dusun Rensing Bat: Warga berkumpul dengan khidmat di Masjid Jami' Nurul Islam, yang menjadi pusat syiar di jantung desa.
* Dusun Lepok: Pelaksanaan ibadah dipusatkan di Masjid Nurul Ishlah Dayen Kubur, di mana deretan saf meluap hingga ke halaman.
* Dusun Timuk Rurung: Gema takbir bersahut-sahutan dari Masjid Miftahul Jannah, membawa suasana kekeluargaan yang kental.
* Dusun Tibu Jae: Masyarakat melaksanakan salat Id dengan penuh suka cita di Masjid Nurul Qalbi.
* Dusun Tembok Gading: Kekhusyukan tampak menyelimuti para jamaah di Masjid Darussalam.
Perbedaan lokasi pelaksanaan salat Id ini merupakan tradisi turun-temurun yang telah dijaga selama puluhan tahun. Hal ini mencerminkan bagaimana setiap dusun memiliki kemandirian dalam mengelola kegiatan keagamaan, sekaligus memudahkan akses bagi para lansia dan anak-anak untuk beribadah lebih dekat dari rumah.
Menariknya, meskipun secara administratif dan lokasi ibadah terbagi, semangat kebersamaan warga Rensing Bat tidak pernah luntur. Kehidupan masyarakat yang kini semakin modern dan "ngomplek" dengan pola perumahan yang tertata tetap menjunjung tinggi nilai gotong royong.
Usai melaksanakan salat di lima titik tersebut, sekat-sekat dusun seolah melebur. Tradisi saling mengunjungi atau nyambang antar-tetangga tetap menjadi agenda utama. Warga dari Dusun Lepok akan berkunjung ke Tembok Gading, begitu pula sebaliknya.
"Kita mungkin salat di masjid yang berbeda, tapi hati kita tetap satu di Rensing Bat," ujar salah seorang tokoh masyarakat.
Momentum Idul Fitri 2026 ini kembali membuktikan bahwa perbedaan tempat sujud tidak menghalangi tegaknya ukhuwah islamiyah. Rensing Bat tetap menjadi potret desa yang harmonis, di mana tradisi lama dan pola hidup baru berjalan beriringan dalam bingkai persatuan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar