Tradisi "Beratong Haji": Gema Doa dan Air Mata Melepas Tamu Allah di Rensing Bat - gema darussalam

Breaking

gema darussalam

Bicara Apa Adanya, Berbagi Cerita dan Berita, Dari Desa Terbang Menyapa Dunia

Jumat, 01 Mei 2026

Tradisi "Beratong Haji": Gema Doa dan Air Mata Melepas Tamu Allah di Rensing Bat

 


Bagi masyarakat Pulau Lombok, keberangkatan seseorang ke Tanah Suci bukan sekadar urusan personal atau keluarga inti semata. Ia adalah peristiwa spiritual kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Tradisi ini dikenal dengan sebutan "Beratong haji" sebuah warisan turun-temurun yang masih terjaga kelestariannya hingga kini, tak terkecuali di Desa Rensing Bat, Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur.

Pada Jumat malam Sabtu, 01 Mei 2026, suasana di Desa Rensing Bat tampak berbeda. Salah seorang jamaah desa bersiap berangkat menuju Tanah Suci, menyusul tiga jamaah lainnya yang telah lebih dulu berangkat dalam Kloter 1 NTB. Kali ini, jamaah tersebut tergabung dalam Kloter 9 Lombok.


Titik kumpul keberangkatan di KBIH Pancor berubah menjadi ramai. Keluarga, tetangga, hingga kerabat jauh tumpah ruah memadati area tersebut. Pemandangan ini adalah potret nyata betapa tingginya penghormatan masyarakat lokal terhadap mereka yang mendapat panggilan dari Allah SWT.


Sejak dari rumah, iring-iringan kendaraan yang mengular mengawal perjalanan calon jamaah. Suara klakson dan gema takbir sayup-sayup terdengar di sepanjang jalan. Namun, momen yang paling menggetarkan hati terjadi sesaat sebelum jamaah menaiki kendaraan.


Jamaah dan masyarakat saling berjabat tangan dengan erat. Ada haru yang membuncah dan air mata yang tak terbendung. Ada titipan doa didalamnya, Sembari bersalaman, banyak warga yang berbisik menitipkan doa agar mereka pun diberikan nasib dan kesempatan yang sama untuk menginjakkan kaki di tanah kelahiran Nabi Muhammad SAW.


Bagi masyarakat Rensing Bat, menyentuh atau bersalaman dengan calon haji dianggap sebagai cara menjemput barokah agar "panggilan" serupa segera menghampiri mereka.


Sesuai jadwal, jamaah haji tersebut diberangkatkan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) pada pukul 00.15 WITA, tanggal 3 Mei 2026. Pesawat akan terbang langsung menuju Jeddah untuk kemudian bergabung dengan jamaah lainnya di Madinah dan Makkah.


Keberangkatan ini menandai dimulainya perjalanan panjang ibadah fisik dan batin bagi para tamu Allah.


Tradisi Beratong lebih dari sekadar mengantar orang pergi. Ia adalah simbol persaudaraan (ukhuwah), dukungan moral, dan pengingat akan tujuan akhir setiap Muslim. Semoga tradisi luhur di Desa Rensing Bat ini terus lestari, dan semoga para jamaah mendapatkan predikat haji yang mabrur serta kembali ke tanah air dengan selamat.


Selamat jalan, Tamu Allah. Doa kami menyertai setiap langkahmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar