Gema Talbiyah di Rensing Bat: Tradisi Melepas Tamu Allah Menuju Tanah Suci - gema darussalam

Breaking

gema darussalam

Bicara Apa Adanya, Berbagi Cerita dan Berita, Dari Desa Terbang Menyapa Dunia

Senin, 20 April 2026

Gema Talbiyah di Rensing Bat: Tradisi Melepas Tamu Allah Menuju Tanah Suci

 


RENSING BAT – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Desa Rensing Bat pada Senin malam, 20 April 2026. Ratusan warga tampak memadati halaman rumah para calon jamaah haji untuk mengantar keberangkatan mereka menuju KBIH NWDI Pancor, sebagai titik kumpul sebelum bertolak ke Asrama Haji Loang Baloq, Mataram.

Tradisi mengantar jamaah haji ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan warisan turun-temurun yang selalu dinanti oleh masyarakat setempat. Bagi warga Rensing Bat, momen ini adalah bentuk penghormatan dan dukungan spiritual bagi tetangga maupun kerabat yang mendapat panggilan menjadi "Tamu Allah."


Pada musim haji tahun ini, sebanyak 6 orang warga terbaik Desa Rensing Bat terpilih untuk menunaikan rukun Islam kelima. Keberangkatan mereka terbagi dalam tiga kloter berbeda, dengan rincian wilayah sebagai berikut, Dusun Timuk Rurung 3 orang jamaah. Dusun Tibu Jae: 2 orang jamaah. Dusun Tembok Gading: 1 orang jamaah.


Meskipun berasal dari dusun yang berbeda, seluruh warga desa bersatu dalam doa dan iring-iringan yang meriah namun tetap khusyuk.


Keberangkatan yang dimulai pada Senin malam ini dikhususkan bagi jamaah yang tergabung dalam Kloter 1. Sesuai jadwal, para jamaah terlebih dahulu menuju penampungan sementara di KBIH NWDI Pancor. Di sana, mereka akan mendapatkan pembekalan terakhir sebelum diberangkatkan secara kolektif menuju Asrama Haji Loang Baloq, Lombok Barat.


Tradisi pengantaran ini biasanya diwarnai dengan pembacaan doa bersama, selawat, dan pelukan hangat dari keluarga serta kerabat. Tidak jarang, isak tangis haru pecah saat para jamaah melangkahkan kaki keluar dari ambang pintu rumah.


"Mengantar jamaah haji adalah cara kami menjemput barokah. Kami berharap doa mereka di Tanah Suci juga membawa kebaikan bagi desa kami," ujar salah satu warga yang ikut melepas keberangkatan.


Selain nilai religius, tradisi ini mempererat tali silaturahmi antarwarga. Gotong royong terlihat jelas, mulai dari persiapan konsumsi di rumah jamaah hingga pengaturan kendaraan yang akan ikut dalam konvoi pengantaran.


Dengan berangkatnya 6 jamaah tahun ini, diharapkan perjalanan ibadah mereka berjalan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. Semangat kebersamaan warga Desa Rensing Bat dalam menjaga tradisi ini membuktikan bahwa nilai-nilai religiusitas dan sosial masih tertanam kuat di tengah masyarakat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar