Saudara-saudara sekalian, mari kita hadapi realitas ini dengan kepala dingin. Dalam beberapa waktu terakhir, keriuhan mengenai masalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terdengar begitu nyaring. Protes demi protes, keluhan demi keluhan, seolah-olah seluruh pilar perekonomian sedang runtuh. Namun, mari kita telisik lebih dalam inti dari semua kebisingan ini.
Jujur saja, jika bukan karena faktor uang, mustahil keributan ini terjadi. Kalau tidak karena uang, tidak mungkin kalian ribut. Bukan masalah banyak atau sedikit, tetapi masalah keberlanjutan aliran dana yang kini terhenti.
Ingatkah saat bantuan sosial seperti PKH (Program Keluarga Harapan) atau BPNT/Sembako (Bantuan Pangan Non Tunai) mengalir ke rekening Anda dan lewat pos? Saat itu, Anda diam. Tidak ada satu pun keluhan yang terdengar. Anda yang kini paling lantang bersuara, kami tahu, pernah menjadi penerima manfaat bantuan tersebut. Anda tenang karena jaring pengaman sosial negara bekerja untuk Anda.
Namun, keadaan berubah. Kehidupan membaik. Berdasarkan data akurat yang tercatat dalam aplikasi milik Kementerian Sosial, Anda terdeteksi telah memiliki penghasilan di atas Upah Minimum Regional (UMK). Ini adalah kabar baik, sebuah bukti kesuksesan yang harusnya dirayakan! Negara meninjau ulang dan mengalihkan bantuan tersebut kepada mereka yang jauh lebih membutuhkan, kepada tetangga Anda yang upahnya masih di bawah batas minimum. Itu adalah keadilan sosial yang sesungguhnya, bantuan bersifat dinamis dan tepat sasaran.
Maka, ketika bantuan dihentikan karena Anda telah mandiri dan sukses, keributan pun dimulai. Suara-suara yang dulu diam kini menjadi gemuruh, menuntut pengembalian hak yang seharusnya telah menjadi milik orang lain.
Sudahlah, hentikan keributan masalah UMKM ini. Fokuslah pada inovasi dan pertumbuhan bisnis Anda sendiri tanpa terus-menerus menengok ke belakang pada subsidi yang bukan lagi hak Anda. Terimalah bahwa kesuksesan finansial Anda adalah penanda bahwa Anda telah lulus dari program bantuan sosial. Berilah kesempatan bagi yang lain untuk bangkit, seperti Anda dulu. Keriuhan ini hanya menutupi fakta bahwa masalah sebenarnya hanyalah karena terputusnya aliran dana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar